Gubernur Olly Hadiri HUT Jemaat GMIM Baitani Kopiwangker, Dorong Jemaat Sehati

pilarsulut.co

MANADO, PILARSULUT.co -
Kehadiran Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada di tengah Jemaat GMIM Baitani Kopiwangker Minahasa, menambah sukacita di Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-89.

Gubernur Olly, menyampaikan ucapan selamat HUT ke-89 untuk jemaat GMIM Baitani Kopiwangker Minahasa.

“Gereja memiliki peran sangat penting membentuk karakter masyarakat. GMIM Baitani Kopiwangker sudah mencapai usia ke-89 tahun bukan usia muda lagi, karena Tuhan selalu memberkati,” kata Olly.

Selain itu, jemaat yang tengah fokus membangun pastori, diajak untuk sehati dan sepikir.

“Tadi telah dilantik panitia pembangunan pastori. Untuk itu proses tersebut tetaplah sehati,” kata Olly sembari menyampaikan bahwa jemaat yang ada semakin bertambah, dengan demikian jumlah pendeta juga bertambah.

Ia juga menuturkan pembangunan gereja maupun pastori tak lepas dari peran pemerintah.

“Sudah menjadi tugas pemerintah dan jemaat untuk memperjuangkan pembangunan pastori untuk rumah pendeta,” kata Gubernur Olly.

Ia berkesempatan menyumbang untuk pembangunan pastori gereja tersebut.

Dari anggaran pembangunan sebesar Rp 350 juta, Gubernur Olly Dondokambey menyumbang Rp 20 juta ditambah proposal Rp 100 juta.

“Sisanya nanti tahun depan. Karena ini sudah bulan Oktober. Nanti pejabat bupati tambah tahun depan. Supaya di bulan Januari 2024 sudah berdiri bagus,” kata dia

Terkait dengan musim kemarau yang cukup panjang, namun Sulut sudah mulai turun hujan, Gubernur Olly mengajak jemaat untuk kembali mengaktifkan program mari Jo ba Kobong.

“Baru Sulut yang mulai turun hujan. Di daerah lain belum. Ini bagus supaya program mari Jo ba Kobong bisa berjalan,” tukasnya.

Dalam pemenuhan ketahanan pangan, Gubernur Olly juga menyampaikan bahwa kondisi di Sulut, masih terjaga.

“Sulut termasuk bisa menjaga kedaulatan pangan. Memang beras harganya naik sedikit. Karena daerah lain tidak ada yang menanam. Tapi Sulut masih menanam,” katanya.

Gubernur Olly juga mengusulkan, agar kesempatan depan, dapat dibuat pasar murah di Langowan. Karena beras di pasar murah dijual Rp10 ribu per Kg. Sementara kalau di pasar tradisional dijual 14 ribu per kg.

“Saya berharap kerja sama gereja dan pemerintah dapat berjalan terus supaya persoalan di Sulut bisa kita tangani secara bersama-sama,” kata Olly.

Untuk kelangsungan tenaga kerja, kata Gubernur Olly, anak-anak muda saat ini, dilatih pemerintah untuk dapat bekerja di Jepang.

Target pemerintah setiap tahun 1.006 bisa kerja ke Jepang. “Nanti orang tua kalau belum ada uang urus pasport nanti dibantu Bank SulutGo. Kalau sudah dapat gaji di Jepang baru bisa dipotong supaya masyarakat bisa merasakan kehadiran Bank SulutGo.

“Anak-anak sekolah diharapkan masuk SMK. Karena di Jepang dibutuhkan tenaga pertanian. Mereka suka tenaga pertanian dari Sulut, karena rajin bekerja. Ini program pemerintah menyiapkan tenaga kerja. Karena itu angkatan kerja di Sulut setiap tahun berkurang,” katanya. (*)



To Top