Diduga Rektor Unsrat Ada Keterkaitan Pemeriksaan di Polda Sulut
MANADO, PILARSULUT.co - Civitas akademika Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mempertanyakan belum dilantiknya dekan terpilih pada tanggal 10 Desember 2025 lalu.
Dimana, pada pemilihan tersebut Calon Dekan Sintya JK Umboh memperoleh suara sebanyak 27, Dr Ir Nansi M Santa MSi IPM MEng memperolah seuara sebanyak 3, dan calon Dr Ir Erwin HB Sondakh MSi memperoleh suara sebanyak 7. Dengan demikian, Calon Dekan Sintya Umboh berhak menduduki kursi nomor satu di Fakultas Peternakan Unsrat.
Hanya saja, pada pelantikan yang digelar, Rabu (25/02/2026) kemarin, yang bersangkutan tidak mendapat undangan pelantikan. "Pertanyaannya, ada apa? Jangan-jangan ada keterkaitannya Rektor Unsrat saat ini diperiksa di Polda Sulut. Kami menduga demikian," kata beberapa dosen dan mahasiswa di Fakultas Peternakan kepada media ini, Kamis (26/02/2026).
Bahkan salah satu Profesor, yang pernah menduduki jabatan penting di Unsrat ikut mempertanyakan. Menurutnya, jika Rektor menempuh kebijakan meminta Calon Dekan Terpilih (Fakultas Peternakan) mengundurkan diri, tentu itu merupakan langkah yang keliru dan, dapat dipahami, itu jadi masalah.
Karena itu, dia menyarankan Dekan terpilih wajib konsisten dengan hasil pemilihan (73% dari total suara senat - itu mayoritas mutlak).
Kemudian, lanjut Profesor itu, senat juga harus konsisten dengan hasil tersebut dan, jika perlu buat surat untuk menegaskannya. Jika, seandainya, ada bargaining, seyogyanya Dekan terpilih tetap konsisten dengan hasil pemilihan (mengingat suara para pendukungnya).
Hal yang sama dikemukakan Pengurus IKA Fakultas Peternakan UNSRAT kecewa berat dengan pelantikan para dekan di lingkungan Unsrat yang dilaksanakan Rabu, 25 Februari 2026. Pasalnya, dalam undangan bernomor 1541/UN12/KP/2026 yang ditandatangani oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ternyata Dekan terpilih Sintya JK Umboh tidak diundang sehingga tidak dilantik.
Di hari yang sama, bertempat di Ruang Rapat Rektor, Rektor UNSRAT mengangkat Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan Fakultas Peternakan UNSRAT Ralfie Pinasang (Wakil Rektor III Unsrat).
Wakil Ketua 1 IKA Fapet UNSRAT Ir Abraham F Pendong, MSc yang didampingi Ir Alvin Pongtuluran, MSi menyatakan kekecewaan mereka dengan tidak diundang serta tidak dilantiknya dekan terpilih Sintya JK Umboh. “Kami menyatakan protes dan akan mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengatasi masalah ini dengan Rektor UNSRAT,” tegas Pendong dan Pongtuluran.
Baik Abraham F. Pendong maupun Alvin Pongtuluran pun menyesalkan, kenapa pada saat akan dilantik malah disuruh mengundurkan diri. Kehadiran IKA Fapet UNSRAT dalam kasus Sintya ini untuk memberikan pencerahan kepada pihak UNSRAT agar bisa bertindak profesional.
“Segala ‘jalan air’ yang berkelok-kelok dan tidak semestinya, harus ‘diluruskan’ kembali ke jalannya yang sebenarnya,” tambah Alvin Pongtuluran diplomatis memberi ilustrasi.
Diduga Ulah Oknum Staf Khusus Gubernur
Beberapa spekulasi mencuat. Anggota Senat Unsrat yang enggan namanya ditulis menyebutkan bahwa dekan terpilih Sintya JK Umboh disuruh membuat Surat Pengunduran Diri, karena ulah salah seorang oknum Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata berinisial DM.
Dari Fapet Usrat santer dibicarakan bahwa Staf Khusus yang dimaksud menginginkan jika kerabatnya yang menjadi dekan Fapet untuk periode saat ini. Padahal, dalam penjaringan 3 besar bakal calon dekan saja kerabat yang dimaksud tidak lolos.
Sumber pun mengait-ngaitkan dengan dipanggilnya Rektor Unsrat oleh pihak kepolisian akhir-akhir ini terkait beberapa masalah untuk membuat mental Rektor drop. “Pak Rektor sepertinya dalam tekanan,” jelasnya seraya menambahkan bahwa, diduga, karena itulah Rektor harus meluluskan permintaan oknum tertentu yang bermain di belakang layar.
Hingga berita ini dimuat oknun Staf Khusus berisial DM belum berhasil dikonfirmasi. Begitupun pihak Rektor Unsrat.(*)
