Begini Pesan Wagub Kandouw dalam Memperingati Hari Ibu ke-95 Tahun

pilarsulut.co

MANADO, PILARSULUT.co - Kita selalu berusaha ikhtiar agar supaya partisipasi perempuan dalam kesetaraan gender mutlak dilaksanakan, tapi jangan lupa tugas dan tanggungjawab Perempuan harus tetap diutamakan.


Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Drs. Steven Kandouw pada Peringatan Hari Ibu ke-95 Tahun 2023 digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jumat (22/12/23).

“Kewajiban seorang Perempuan harus tetap diutamakan. Karna apapun yang kita mau, apapun yang kita inginkan, sesuai kodrat, tidak bisa disamakan antara Laki-laki dan Perempuan. Tentu saja yang bisa melahirkan dan menyusui anak hanyala Perempuan. Laki-laki juga kodratnya tidak bisa disamakan dengan Perempuan. Untuk Itu disamping kita menuntut hak kita, kita juga harus memenuhi kewajiban kita,” ujar Wagub Kandouw pada kegiatan yang dihadiri Sekprov Sulut Steve Kepel.

Lebih lanjut dikatakan Wagub Kandouw, sebagai ibu, sebagai Perempuan mari tetap menjadi Pohon dalam Rumah Tangga yang menaungi, mengayomi, bahkan memberikan keturunan.

“Ibu-ibu, Kaum Perempuan harus tetap menjadi obor, menjadi sulur di waktu yang gelap dan boleh menjadi matahari di waktu siang sebagai penanda arah,” ajak suami tercinta dari DR. Kartika Devi Kandouw-Tanos yang juga berkesempatan hadir.

Secara spesifik, kata Wagub Kandouw, Program Gubernur Sulut Olly Dondokambey tidak lepas dari upaya mendorong peran Perempuan terhadap hal-hal tematik di Sulut.

kaitanya dengan program Gubernur Olly Dondokambey tentang peran Perempuan di Sulut terhadap hal-hal yang tematik.

“Program Pak Gubernur, antara lain tentang kesetiakawanan sosial. Ibu-ibu harus menjadi motor untuk kita semua, terhadap anak-anak dan suami manjadi manusia yang peka mempunyai simpati dan empati terhadap orang yang susah disekitar kita. Selain hubungan secara vertikal dengan yang Maha Kuasa, juga hubungan sesama manusia juga harus kita dorong,” ungkap Kandouw.

Selain itu, Wagub Kandouw mengatakan, terkait dengan litetasi. Baik itu literasi dalam aspek pendidikan maupun literasi dalam perekonomian.

“Dari Rumah, ibu-ibu harus memberikan pencerahan terhadap anak-anak kita tentang literasi pendidikan, bagaimana pentingnya pendidikan, itu harus digelorakan. Begitu juga dengan literasi ekonomi, karna ibu-ibu yang tahu persis arus masuk kas di Rumah, kadang-kadang harus diajari bagaimana punya kemampuan pengelolaan keuangan. Banyak diantara kita sudah memiliki penghasilan yang baik, tapi leterasi pengelolaan keuangan tidak mantap sampai mati tidak punya rumah,” pungkasnya. (*)



To Top