Kotamobagu, PilarSulut.co - Banyaknya keluhan Masyarakat Kotamobagu yang sering ditemui Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di lapangan, membuat para wakil rakyat ini berkewajiban untuk menyampaikan amanat ke Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.
Seperti yang diutarakan Sekretaris Komisi II DPRD Kotamobagu, Deddy S Pontoan kepada media ini. Senin (24/08/2026), usai rapat pembahasan Ranperda Kepemudaan yang dilaksanakan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di ruang Rapat Paripurna DPRD Kotamobagu. Jl. Paloko-Kinalang, Kotobangon.
Sekretaris Komisi II DPRD Kotamobagu, Deddy S Pontoan saat diwawancarai menuturkan, bahwa dirinya sering mendapatkan keluhan terkait kurangnya tenaga kesehatan yang ada di Kotamobagu.
"Tenaga kesehatan di Kotamobagu masih sangat kurang termasuk dokter dan perawat. Begitu juga dengan kesejahteraan mereka," tuturnya.
Ia juga mendengar keluhan terkait masalah pertanian, karena Komisi II membidangi perekonomian dan pembangunan termasuk pertanian. Menurutnya keluhan petani yang sering masuk yakni masalah peredaran pupuk dan bibit unggul.
"Ya ada, masalah pupuk dan bibit. Sekarang ini kendalanya bibit unggul itu mahal dan sering kali tidak terjangkau dengan daya beli petani, akhirnya mereka hanya memakai bibit yang sekedarnya. Berikut ada permasalahan alsintan seperti traktor, tangki semprot, banyak sih. Seringkali saya turun di lapangan mereka masih menggunakan alat manual. Saya sudah sering menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah maupun pusat soal ini," tutupnya.
PENULIS: MDD
